Warga Ultimatum: Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Warga Perumnas 1, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, meluapkan kemarahan dengan memasang spanduk besar bertuliskan “Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Sekarang Juga” di Jalan Rajawali Raya.

Aksi ini menjadi simbol kekecewaan mendalam terhadap kualitas pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai abai terhadap kepentingan masyarakat.

Namun, spanduk yang baru sehari terpasang itu dicopot secara misterius oleh tiga orang tak dikenal pada dini hari, Sabtu (25/7/2026).

“Dari rekaman CCTV terlihat jelas mereka datang dengan sepeda motor dan mencopot spanduk itu saat warga sudah terlelap,” ungkap Dhani, salah seorang warga Perumnas 1.

Dhani menegaskan, protes warga RW 002 bukanlah reaksi sesaat. Hampir setahun, persoalan pengelolaan Gedung Balai Rakyat di Jalan Cendrawasih Raya No. 1 tidak kunjung mendapat kejelasan dari Pemkot Bekasi.

Permintaan resmi dari pengurus RT kepada Lurah Kayuringin Jaya dan Kepala BPKAD untuk menunjukkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) pun tak pernah digubris.

“Pertanyaan kami sederhana, atas dasar hukum apa fasilitas umum ini dikuasai dan bahkan disewakan? Sampai hari ini tidak ada satu dokumen pun yang bisa menjawab itu,” tegas Dhani.

Kekecewaan warga semakin menumpuk karena sikap bungkam pemerintah dianggap sebagai bentuk pengabaian. Spanduk yang dipasang bukan sekadar tulisan, melainkan peringatan keras bahwa masyarakat sudah muak dengan pelayanan ASN yang tidak transparan dan tidak berpihak pada warga.

“Sudah hampir setahun kami menunggu kejelasan, tapi lurah dan Kepala BPKAD tetap diam. Warga RW 002 tidak akan berhenti menuntut hak atas pengelolaan Gedung Balai Rakyat,” pungkas Dhani. (***).

Post Comment

Copyright © 2026 - hallobekasi.id