Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Kritik Program MBG
KOTA BEKASI – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan 13 tuntutan yang menyoroti berbagai persoalan krusial daerah, mulai dari tingginya angka pengangguran, kemiskinan, hingga kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua BEM UDM Pertiwi, Ahmad Dhani, menegaskan bahwa kondisi Kota Bekasi saat ini sedang tidak baik-baik saja.
“Banyak krisis yang jika tidak ditangani secara serius akan berdampak buruk terhadap masa depan daerah ini,” ujarnya.
Tuntutan Pokok Mahasiswa
– Program MBG: Kritik terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak efektif karena lokasinya berdekatan. Seharusnya satu dapur melayani sekitar 3.000 siswa, namun kenyataannya hanya 1.000–1.500 siswa.
– Pengangguran: Masih adanya praktik pungutan biaya administrasi dalam penyaluran tenaga kerja melalui yayasan yang diduga memiliki kedekatan dengan kalangan politik.
– Pengelolaan Sampah: Persoalan di TPST Bantargebang yang dinilai belum menunjukkan penyelesaian konkret.Aksi sempat memanas ketika massa mengancam akan meningkatkan eskalasi jika tidak ada perwakilan DPRD yang menemui mereka.
Respons DPRD Kota Bekasi
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, akhirnya turun langsung menemui massa aksi dan duduk bersama di depan gerbang DPRD untuk berdialog.
“Kami sebagai anggota DPRD tentu menerima segala masukan dan menyatakan siap untuk mengawal segala tuntutan dari teman-teman semuanya,” ujar Sardi.
Ia menambahkan, namun hal tersebut perlu diperkuat dan dibawa juga melalui audiensi bersama komisi-komisi yang membidanginya sebagai alat kelengkapan dewan. Sardi juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat turut memperhatikan aspirasi mahasiswa.
“Mudah-mudahan pemerintah pusat melihat dan mendengar beberapa aspirasi yang teman-teman sampaikan, dengan harapan ini dapat segera teratasi,” ucapnya.
Selain itu, ia mengakui dampak yang dirasakan masyarakat akibat kenaikan harga BBM. “Kami merasakan betul apa yang dirasakan oleh masyarakat dampak dari kenaikan BBM,” katanya.
Lebih lanjut, Sardi mengajak mahasiswa untuk terus menindaklanjuti aspirasinya melalui komisi-komisi di DPRD.
“Tambahannya bagi teman-teman untuk turut serta mem-follow up aspirasinya melalui komisi-komisi di DPRD agar dapat dibawa dalam rumusan besar,” tutupnya. (HB-3).



Post Comment