Semen Padang FC Pastikan Stadion Patriot Jadi Home Base Liga 2
KOTA BEKASI – Manajemen Semen Padang FC akhirnya angkat bicara menanggapi bantahan dari pengelola Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, terkait rencana penggunaan stadion tersebut sebagai markas klub berjuluk Kabau Sirah pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, menegaskan bahwa penunjukan Stadion Patriot sebagai home base merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang dari sisi sepak bola.
“Pengumuman Stadion Patriot sebagai pilihan home base Semen Padang itu adalah bahasa sepak bola,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Denny menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah sowan kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dan mendapat arahan untuk berkomunikasi langsung dengan FC Bekasi City selaku klub tuan rumah.
Komunikasi tersebut dilakukan secara lisan mengingat Wali Kota tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan FC Bekasi City, dan mereka menyambut positif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Denny menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan sepak bola di Kota Bekasi. Menurutnya, sambutan dari rekan-rekan sepak bola di kota ini pun positif. Terkait administrasi, ia memastikan seluruh prosedur akan dipenuhi sebagaimana mestinya.
“Kami adalah tim profesional, jadi semua tata kelola akan dijalankan sesuai aturan,” katanya.
Mengenai waktu pelaksanaan administrasi, Denny menyebut hal itu akan dilakukan setelah pihaknya sowan langsung kepada Wali Kota usai beliau kembali dari ibadah haji.
“Prinsipnya, kami fatsun atas arahan beliau,” tegasnya.
Sebagai putra asli Kota Bekasi, Denny mengaku bangga apabila kota kelahirannya dapat berkembang menjadi destinasi sport tourism. Ia pun menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“Saya sangat mendukung program Pak Wali Kota terkait sport tourism, dan ini salah satu cara saya berkontribusi,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Denny berharap di era digital saat ini tidak ada lagi hambatan birokrasi yang justru menghalangi program sport tourism maupun investasi di Kota Bekasi. (HB-1).
Post Comment