hallobekasi

Server SPMB di SMAN 1 Bekasi Bermasalah, Skor Pendaftar Sekolah Maung Berubah

KOTA BEKASI – Puluhan orangtua siswa mendatangi SMAN 1 Bekasi Kamis (4/6/2026) untuk mempertanyakan perubahan skor seleksi masuk Sekolah Manusia Unggul (Maung). Mereka terkejut setelah mendapati nama anaknya tersingkir dari klasemen pendaftaran.

Salah satu orangtua, Ade Kumala Sari (43), mengaku kecewa karena skor anaknya yang mendaftar melalui jalur kompetensi non-akademik tiba-tiba berubah. Anak Ade sebelumnya mengandalkan pengalaman kepemimpinan di organisasi OSIS sebagai modal pendaftaran.

“Nilai anak saya pagi ini berubah dari 368,08 menjadi 317,08. Akibatnya, anak saya keluar dari klasemen sesuai kuota jalur tersebut,” ujarnya.

Ade menilai peristiwa ini mencederai kepercayaan publik terhadap sekolah unggulan. Ia menyebut pihak sekolah menjelaskan bahwa sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) sedang dalam perbaikan server.

“Kalau memang sistem belum siap, kenapa harus diluncurkan? Seharusnya ada uji coba terlebih dahulu. Kenapa maintenance dilakukan di detik-detik akhir, bukan sejak awal,” tegasnya.

Hal serupa dialami Ivan (35). Ia mengungkapkan skor anaknya yang semula 375 pada Kamis dini hari, tiba-tiba turun menjadi 352 sekitar pukul 04.00 WIB.

“Anak saya langsung keluar dari kuota. Saya tidak tahu penyebabnya, padahal mekanisme perhitungan skor sudah diatur. Kami butuh penjelasan dari pihak sekolah maupun instansi terkait,” katanya.

Ivan menambahkan, proses melengkapi persyaratan, termasuk legalisir dari KONI pusat, cukup melelahkan. Perubahan skor ini membuatnya merasa dipermainkan.

“Harus kita selidiki bersama, ada apa sebenarnya di balik perubahan ini,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah orangtua masih bertahan hingga siang hari di SMAN 1 Bekasi untuk menunggu penjelasan dari pihak sekolah maupun Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III.

Wakil Kepala SMAN 1 Bekasi, Sukiman, membenarkan adanya keluhan orangtua terkait perubahan skor. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan melalui sistem online yang dikembangkan panitia tingkat provinsi.

“Perubahan skor pada 4 Juni pagi sudah kami konfirmasi ke panitia provinsi. Jawaban yang kami terima, sistem sedang dalam maintenance,” jelasnya.

Sukiman menegaskan pihak sekolah tidak memiliki akses untuk mengubah skor pendaftar.

“Mohon maaf jika ada anggapan perubahan dilakukan panitia sekolah. Itu tidak benar. Kami hanya memiliki akses untuk memverifikasi data, selebihnya sistem dikelola panitia provinsi,” tambahnya.

Diketahui, verifikasi berkas di SMAN 1 Bekasi selesai pada 3 Juni pukul 21.00 WIB, setelah mendapat perpanjangan waktu dari panitia provinsi. Jumlah pendaftar di sekolah ini tercatat paling banyak se-Jawa Barat, mencapai lebih dari 2.000 orang. (HB-2).