KOTA BEKASI – Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 resmi bergulir di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kejuaraan nasional ini berlangsung pada 5–10 Agustus di GOR Abdu Rosyad, Kompleks GOR Patriot Candrabhaga, dan menjadi ajang terbesar muaythai di Tanah Air tahun ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penataran wasit, juri, dan pelatih pada 2–4 Agustus di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi. Setelah itu, sekitar 500 atlet dari seluruh provinsi tampil memperebutkan prestasi. Dari jumlah tersebut, 460 atlet turun di kategori fighter, sementara 50 lainnya berkompetisi di kategori seni.
Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) periode 2026–2030, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan IMC bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet potensial untuk diproyeksikan ke tingkat internasional, termasuk pembentukan tim nasional menuju SEA Games.
Prestasi dan Antusiasme Meningkat
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, mengapresiasi perkembangan muaythai yang kian pesat.
“Secara prestasi sudah mulai terlihat, kita bisa meraih medali perak. Dan hari ini Kejurnas diikuti hampir 460 atlet fighter dan 50 atlet seni,” ujar Erick, Rabu (5/6/2026).
Ia menyoroti terobosan PBMI dalam mempopulerkan muaythai melalui program Nyalla Combat dan Muaythai Aerobik yang dikaitkan dengan aktivitas keseharian masyarakat.
“Yang paling mahal, kita bisa lihat ada atlet usia 5 tahun sudah mulai mengenal muaythai. Ini sebuah terobosan,” katanya.
Erick memastikan Kemenpora akan terus mendukung persiapan atlet menuju SEA Games.
Target 2 Emas SEA Games
LaNyalla menegaskan komitmen PBMI untuk meraih hasil terbaik.
“Sudah janji sama Menteri, 2 medali emas. Insya Allah,” ucapnya.
Ia menyebut IMC 2026 sebagai bagian dari program seleksi. Dari pengalaman sebelumnya, enam atlet binaan Kemenpora mampu menyumbang lima medali. Ke depan, PBMI menargetkan peningkatan jumlah atlet hingga 15 orang.
Sementara itu, Erick menjelaskan Kemenpora kini menerapkan sistem jenjang Pelatnas yang lebih terfokus.
“Ada jenjang Olimpiade, Asian Games, SEA Games, dan Muda. Tidak lagi satu kesatuan. Semua program harus tepat sasaran, efektif, dan terukur,” tegasnya.
Dengan dukungan pembinaan berjenjang serta antusiasme yang terus tumbuh, muaythai diharapkan mampu menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia di pentas internasional. (HB-3).